Skip to main content

MENJADI GURU YANG JUJUR

Oleh: Riwayat

menjadi guru yang jujur. Menjadi guru harus jujur dalam perkataan , perbuatan dan ucapan. Perkataan jujur merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh para guru, sikap jujur dalam perbuatan harus menjadi bagian dari para guru. Jika guru tidak jujur dalam perkataan dan perbuatan maka dari segi akhlak ia telah melanggar etika dan cacat secara kepribadian.

Ketika guru tidak jujur dalam perkataan , perbuatan dan tingkah laku maka guru dalam posisi ini telah mencederai etika sebagai guru yang berakhlak mulia. Sebagai yang memberi ilmu tentu sikap tidak jujur terhadap diri, orang lain dan bahkan kepada Tuhan akan menjadi batu sandungan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pelajaran yang diampaikan kepada siswa akan terasa sulit, siswa akan merasa ada semacam batu sandungan dan dinding pembatas antara ia dengan ilmu yang diberikan oleh gurunya.

Sifat jujur adalah mahkota bagi seorang guru, mahkota bagi para pengajar. Jika pengajar tidak mempunyai sifat jujur maka sebenarnya ia telah kehilangan mahkota yang sangat berharga.

Ketika guru tidak jujur, maka sifat tersebut dimungkinkan akan menular kepada anak didik. Penularan tersebut terjadi karena adanya interaksi antara guru dengan siswa, disisi lain, siswa pada kodisi ini secara psikologi masih mencari jati diri. Lebih dari itu sikap guru yang tidak jujur akan ditiru oleh siswa, karena pada kondisi seperti itu ia mempunyai sifat mencontoh.

Ketika guru tidak mempunyai sifat jujur, maka martabatnya akan jatuh di mata murid-muridnya. Ketika guru sudah tidak mempunyai martabt maka guru akan rendah dimata murid-muridnya, terutama dari segi akhlak.

Jujur adalah kunci keselamatan bagi guru, baik keselamatan dunia maupun keselamatan akherat.bahkan Allah memuji dan menyukai orang orang yang jujur. Kejujuran akan mengantarkan guru pada jalan kebenran,jalan keselamatan dunia dan akherat. Allah juga menyuruh manusia untuk mengikuti dan bersama-orang-orang yang jujur.” hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur,(QS. Att-Taubah:119). Dalam hadis dinyatakan bahwa kejujuran akan membawa kebaikan, kebaikan akan membawa seseorang ke surga, kebohongan akan membawa keburukan, keburukan akan membawa seseorang ke neraka. Ketika seseorang melakukan kebohongan maka ia akan dicatat sebagai seorang pembohong di sisi Allah.

Comments

Popular posts from this blog

memanfaat 5 peluang dalam hidup

dalam hidup perlu mengingat bahwa semua ada akhirnya, semua ada batasnya, kala sehat, akan ada sakit, kala sakit akan ada kesembuhan, dikala laung akan ada kesibukan, dikala muda akan ada tua. hal inilah yang perlu kita sadari bahwa hidup kita akanselalu berputar, akadang kita berada di atas, terkadang kita ada di bawah, kadang sibuk, kadang luang, kadang sakit, kadang sehat, maka gunakanlah kesempatan itu, agar kita tidak menyesal nanti.

The Role of Educators as Counselors

In contemporary educational settings, the role of educators extends beyond traditional teaching responsibilities to encompass that of counselors. This dual function acknowledges the multifaceted needs of students, recognizing that their emotional and social well-being is intrinsically linked to their academic success. As such, educators are increasingly called upon to serve as counselors, providing guidance and support that foster holistic development. Firstly, educators possess valuable insights into the challenges faced by their students. They observe behavioral patterns, academic struggles, and social dynamics within the classroom. By leveraging this familiarity, teachers can identify students who may be experiencing difficulties—whether they be emotional, social, or academic—and intervene appropriately. This proactive approach not only helps to address issues before they escalate but also enhances the overall learning environment, creating a space where students feel safe and suppo...

Cara Efektif Menghadapi Peserta Didik Nakal

Dalam dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi oleh para pendidik tidak hanya terletak pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan perilaku siswa. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para guru adalah perilaku nakal atau disobedient dari peserta didik. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara-cara efektif dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku tersebut.  Pertama-tama, pendekatan yang paling mendasar adalah memahami penyebab dari perilaku nakal peserta didik. Setiap tindakan biasanya memiliki latar belakang yang mendasarinya. Misalnya, bisa jadi siswa tersebut berasal dari lingkungan yang kurang mendukung, mengalami masalah pribadi, atau bahkan terdapat kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tindakan, seorang guru perlu menginvestigasi alasan di balik perilaku tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat menentukan langkah-langkah yang lebih tepat dan kontekstual. Selanjutnya, komunikasi ...