Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2008

Aplikasi Pendekatan Kontektual di Sekolah

Oleh: Riwayat Attubani Menurut Slamet ada enam pentahapan dalam pembelajaran kontektual di tingkat sekolah yaitu: pertama, mengkaji materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa yaitu dengan memilah-milah materi yang tekstual dan materi yang dapat diakitkan dengan hal-hal aktual. Kedua, mengkaji konteks kehidupan siswa sehari-hari secara cermat sebagai salah satu upaya untuk memahami konteks kehidupan siswa sehari-hari. Ketiga, memilih materi pelajaran yang dapat dikaitkan dengan kontek kehidupan siswa. Keempat, menyusun persiapan proses belajar dan mengajar yang telah memasukkan konteks ke dalam materi yang akan diajarkan. Kelima, melaksanakan proses belajar mengajar kontektual yaitu mendorong siswa untuk selalu mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya. Keenam, melakukan penilaian otentik terhadap apa yang telah dipelajari oleh siswa. Hasilnya dapat digunakan sebagai masukan, perbaikan / penyempurnaan persi...

Pendidikan Yang Tidak Melupakan Allah

Oleh:Riwayat Attubani Seorang pendidik sejati akan menanamkan tauhid yang baik dan kokoh kepada anak didiknya. Apapun mata pelajaran yang mereka emban, sehingga tidak ada ceah bagi si anak untuk membangkang terhadap eprintah Tuhannya. Sikap dan perilaku peserta didik akan terkontrol degan sendirinya, tanpa perlu satpam, polisi dan hansip. Dengan pribadi yang matang dari segi keilmuan dan tauhid, maka akan secara otomatis memberi pengaruh yang positif bagi diri n lingkungannya. yang pasti pendidikan dan penanaman akidah yang kuat harus menjadi prioritas utama. Apalah arti ilmu riman yang kuat. Maka dari itu perlu kiranya para pendidik berfikir kembali terhadap perlakuannya selama in yang hanya mencekoki siswanya hanya dengan materi keilmuan murni saja, tanpa ada nilai-nilai religius. Maka sudah sewajarnya mulai saat ini untuk menyadari kembali betapa penting pendidikan yang berbasis spiritual mulai digalakkan ke semua peserta didik. Pendidikan merupakan contoh yang t...

Jangan Didik Anak Takut Kepada manusia

Oleh: Riwayat Attubani Jangan didik anak menjadi penakut, jadikanlah anak-anak kita seorang pemberani, seorang anak yang taat kepada Allah. Sebagai muslim, sebagai orang tua tidak sepatutnya kita mendidik anak menjadi penakut kepada manusia, karena yang patut ditakuti adalah Allah Swt tidak yang lain. Jika ita menjadikan anak kita penakut kepada manusia, maka telah terjadi kesalahan dalam mendidik, kita salah mendidik anak, karena dalam islam kita dilarang menjadikan anak kita takut kepada manusia, sebab yang patut ditakuti adalah Allah semata. Mendidik anak menjadi penakut akan membawa dampak buruk terhadp kepribadan anak itu sendiri, anak akan mudah dipengaruhidan di atur oleh orang lain, ya kalau diatur dalam kebaikan mungkin masih dapat diterima, tetapi kalau diatur untuk berbauat jahat dan mungkar, mak hal itu sangat membahayakan. Ketika anak hanya takut kepada manusia dan tidak takut kepada Allah, maka hal tersebut merupakan bencana besar. Kenapa dikatakan s...

Sesuatu Yang Harus diperhatikan dalam mendidik Anak

Oleh: Riwayat Attubani Menurut Muhammad bin Abdullahh As-Sahim dalam buku, “Kesalah Dalam Mendidik Anak,” menyatakan bahwa paling tidak ada sepuluh hal yang hendaknya menjadi perhatian para pendidik, apakah orang tua, ibu-bapak, para guru dalam mendidik anak. Sesuatu yang hendaknya menjadi perhatian tersebut merupakan hal yang penting dalam mendidik anak sesuai dengan ajaran islam. Sesuatu tersebut menjadi factor penting dalam membantu tercapainya generasi yang taat kepada Allah, generasi yang mempunyai akidah yang kuat. Hal-Hal yang perlu diperhatikan adalah: Pertama, berpegang teguh dengan syariat Allah dalam perilaku dan pergaulan sehari-hari. Dengan berpegang teguh kepada syariat Allah, maka segala urusan kita akan dimudahkan oleh Allah, Allah akan menunjukkan solusi terhadap permasalah yang kita hadapi. Kedua, Mengikuti rasul dan menelaah perjalanan hidup beliau. Menjadikan sikap dan perilaku beliau sebagai perilaku keseharian, baik dalam keluarga, bermasyarakat ...

Pentingnya Pendidikan dalam Islam

Oleh Riwayat Attubani Pendidikan merupakah hal penting bagi manusia. Dikatakan penting karena pendidikan berkaitan dengan nilai diri manusia, terutama daam mencari nilai itu sendiri. Dengan pendidikan manusia akan mempunyai banyak ketrampilan dan kepribadian. Ketrampilan dan kepribadian merupakan sekian banyak dari proses yang dialami manusia untuk menjadi makhluk yang bekualitas baik fisik maupun mental. Pribadi berkualitasdan berakhlak mulai tidak datang dengan sendirinya, tetapi ada semacam latihan-latihan/ riyadhah. Kebiasaan yang baik akan berakibat baik dan menjadi bagian dari kepribadian keseharian, sebaliknya kepribadian dan kebisaan sehari-hari yang buruk juga akan berakibat buruk terhadap kepribadaian dan perbuatan dirinya sendiri. Maka pendidikan dalam keseharian manusia menjadi penting artinya dalam rangka mengwala manusia menjadi manusiayang berbudi dan berperadaban yang luhur. Pendidikan bukan hanya sekedar transfer ilmu, tetapi juga trans fer nilai, dengan...

Seandainya Buya Hamka Tahu

Oleh: RiwayatAttubani Seandainya Buya Hamka Tahu, berandai-andai ah, sudah basi kali? tapi tiulah Buya Hamka anak nagarimu telah lari dari jalan yang pernah engaku rintis, kalau engaku tahu Buya Hamka tentu engakau akan menangis dan geram melihat tingkah polah anaknagari di Ranah Minangmu yang telah membesarkanmu. Buya Hamka yang terhormat, kini ranah Minangmu telah menjadi dunia tanpa makna, dunia yang suka glamour, suka hidupbebas dan suka materialisme. entah lah Buya,kini harapan yang pernah engaku torehkan telah habis dan kini hanya tinggal puing, namabesarmu tidak mampu memberi pengaruh, nama besarmu tidak lagi mereka kenang, mereka tidak segam berbuat maksiat di Ranah Minang wahai Buya Hamka. Buya Hmka senadainya engkau tahu tentu sifat6 tegas, lugas dan tanp tedeng alaing-aling akan menentang mereka, engaku tidak akan membiarkan mereka larut dalammaksiat ini wahai Buya Hamka. Buya Hamka seandainya engkau tahu tentau emngkau akan memberi nasihat, engkau akan memberi petuah untuk ...

Isra Miraj Dan Rasionalisme Umat Islam

Oleh: Riwayat Attubani Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar".(QS. Al Isra:1-4). Isra dan miraj merupakan tonggak kebangkitan umat Islam, dikatakan sebagai sebuah kebangkitan karena peristiwa itu membuat takjub dan sekaligus me...

Memberi Peluang Anak Bangsa yang Berkualitas

Oleh: Riwayat Attubani Bangsa besar adalah bangsa yang tahu bahwa di adalah besar. Bagsa besar yang tidak tahu kalau dirinya akan terjebak kepada mencari-cari hal-hal yang ada diluar dirinya, tidak heran jika Indonesia itu suka utang sana- sini, gakpercaya dengan potensi bangsa sendiri. Akibatnya petinggi Negara ini atau bahkan bangsa ini cenderung percaya kepada produk asing, percaya kemampuan orang di luar Idonesia, karena mereka anggap lebih berkualitas, lebih baik dan kompeten. Padahal masih banyak anak bangsa ini Yang hebat, yang mampu memberi yang terbaik untuk negeri ini, tetapi sayangnya adalah mereka tidak pernah diberi kesempatan. Tidak heran jika mereka merasa tidak diperhatikan maka tidak jika mereka mencari sesuap nasi di negeri orang, seprti ke Jerman, Amerika, Singapur, Korea Selatan, bahkan keMalaysia. Sebagai anak angsa tentu kita merasa sedih melihat fenomena hal tersebut. Jika banga ini mau menghargai karya anak bangsa, menghargai kemampuan mereka...

dukunglah presiden yang mau menerapkan hukuman mati untuk para koruptor

Oleh: Riwayat Attubani Pemilu presiden makin dekat, tapi gak ada yang komit dengan hukuman mati untuk para kotuptor.dengan melaksanakan hukuman mati untuk koruptor maka Indonesia lambat laun akan bebas dari koruptor, bangsa ini akan makmur dan sejahtera, karena uangnya tidak diselewengkan. hukuman mati untuk para koruptor dan mengembalikan harta yang mereka korup merupakan jalan utama untuk membabat habis korupsi yang mengakar di negera ini. seharusnya kita mencontoh Cina dalam hal memberantas korupsi, sebelum diterapkan hukuman mati bagi para koruptor Cina miskin oleh ulah para koruptor, tetapi setelah diterapkan hukuman mati untuk para koruptor Cina terbebas dari korupsi. mencermati hal tersebut tidaklah lacur kalau Indonesia meniru hal yang baik, akankah ada calon presiden RI tahun 2009 yang komit dengan pemberantasan korupsi serta menghukum mati para koruptor dukunglah presiden yang mau menerapkan hukuman mati untuk para koruptor, serta mengembalikan harta negara yang dikorup. ...

Perencanaan dalam Lembaga Pendidikan Islam

Oleh: Riwayat Attubani A. Pendahuluan Perencanaan adalah sesuatu yang penting sebelum melakukan sesuatu yang lain. Perencanaan dianggap penting karena akan menjadi penentu dan sekaligus memberi arah terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian suatu kerja akan berantakan dan tidak terarah jika tidak ada perencaan yang matang, perencaan yang matang dan disusun dengan baik akan memberi pengaruh terhadap ketercapaian tujuan. Penjelasan ini makin menguatkan alasan akan posisi stragetis perencanaan dalam sebuah lembaga dalam perencanaan merupakan proses yang dikerjakan oleh seseorang manajer dalam usahanya untuk mengarahkan segala kegiatan untuk meraih tujuan. [1] Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami perencanaan menentukan berhasil tidaknya suatu program, program yang tidak melalui perencanaan yang baik cenderung gagal. Dalam arti kegiatan sekecil dan sebesar apapun jika tanpa ada perencanaan kemungkinan besar berpeluang untuk gagal. Hal tersebut juga...