Skip to main content

kecanduan game

Game menjadi hal yang digandrungi oleh kalangan milenial dan anak anak rem,aja maupun balita. gandrung terhadap gadget/hp Androidtelah menjadi musuh baru bagi pendidikan dan pembentukan karakter anak anak. banayk orang tua akhirnya menyesal telah memberi anaknya HP Android. HP android telah menjadii musuh yang sama bahayanya dengan narkoba. banyak anak yang agagal pendidikan hanya karean kecanduan main game yang ada di HP android. HP Android telah memberi efek yang buruk tatakala tidak dimanfaatkan dengan baik. padahal HP Android yang ada akses internet telah menjadi hal yang pnting dalam mendukung pendidikan dan pengetahuan anak anak,sebaliknya HP androis dengan akses inetrnet  dapat juga menjadi musuh yang berbahaya ketika tidak digunakan secara baik secara pisistfi dan mendukung pembelajaran.

 jika dicermati kecanduan terhadap HP android/ game android dapat dilihat dari tidak mampunya sipemaai HP android dalam menggunakannya, . jika kita menemukan ada anak yang selalu main game disaat apapun, kapanpun dimanapun tak kenal waktu dan tempt., maka hal itu sudah dikatagorikan sebagai anak yang telah kecanduan game. kedua main HP androis saat belajar, saatibadah, saat istirahat malam akan tidur, dimakamr amndi, di WC di mobil dijalan, dan dimanapuny yang tak kenal waktu tempat dan istirahat, maka hal itu menajdi ciri anak/ orang telah kecanduan game. jika anak anda menanggis jika hapnya diambail, maka anda harsu waspada bahw anmak anda sedang masuk dalam kehidupan kecanduan game, atau anak marah-marah, malas jika HP androidnya diambil.
untuk itu, saatnya kita pandai pandai dalam memberikan HP apad anak, atur waktu, nberi pemahaman dna kontrol yang ketat terjadap pemakaian hap terhadap anak.

Comments

Unknown said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

memanfaat 5 peluang dalam hidup

dalam hidup perlu mengingat bahwa semua ada akhirnya, semua ada batasnya, kala sehat, akan ada sakit, kala sakit akan ada kesembuhan, dikala laung akan ada kesibukan, dikala muda akan ada tua. hal inilah yang perlu kita sadari bahwa hidup kita akanselalu berputar, akadang kita berada di atas, terkadang kita ada di bawah, kadang sibuk, kadang luang, kadang sakit, kadang sehat, maka gunakanlah kesempatan itu, agar kita tidak menyesal nanti.

The Role of Educators as Counselors

In contemporary educational settings, the role of educators extends beyond traditional teaching responsibilities to encompass that of counselors. This dual function acknowledges the multifaceted needs of students, recognizing that their emotional and social well-being is intrinsically linked to their academic success. As such, educators are increasingly called upon to serve as counselors, providing guidance and support that foster holistic development. Firstly, educators possess valuable insights into the challenges faced by their students. They observe behavioral patterns, academic struggles, and social dynamics within the classroom. By leveraging this familiarity, teachers can identify students who may be experiencing difficulties—whether they be emotional, social, or academic—and intervene appropriately. This proactive approach not only helps to address issues before they escalate but also enhances the overall learning environment, creating a space where students feel safe and suppo...

Cara Efektif Menghadapi Peserta Didik Nakal

Dalam dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi oleh para pendidik tidak hanya terletak pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan perilaku siswa. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para guru adalah perilaku nakal atau disobedient dari peserta didik. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara-cara efektif dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku tersebut.  Pertama-tama, pendekatan yang paling mendasar adalah memahami penyebab dari perilaku nakal peserta didik. Setiap tindakan biasanya memiliki latar belakang yang mendasarinya. Misalnya, bisa jadi siswa tersebut berasal dari lingkungan yang kurang mendukung, mengalami masalah pribadi, atau bahkan terdapat kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tindakan, seorang guru perlu menginvestigasi alasan di balik perilaku tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat menentukan langkah-langkah yang lebih tepat dan kontekstual. Selanjutnya, komunikasi ...