Skip to main content

Tafsir Pendidikan Surat Al Maun ayat 1-7

أرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١)فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢)وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣)فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤)الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ (٥)الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (٦)وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (٧)
1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Dalam pembelajaran akan dijumpai siswa yang mempunyai karakter pendusta. Ada siswa kita yang mempunyai sifat pendusta. Sebagai guru yang sadar dan dan tahu , maka perlu melakukan persiapan dan langkah efektif untuk menghadapi anak-anak seperti ini. Guru yang baik akan segera dan selalu siap dengan ilmu yang paling tidak mendeteksi karakter siswa yang suka berdusta.
Kadang kala siswa tersebut anti terhadap anak yatim, tidak berbuat baik terhadap anak yatim, selalu berusaha menjauhi anak yatim yang ada di kelasnya. Jik ahal ikni terjadi , maka dengan mudah pendidik akan segera mendeteksi anak didik yang mempuyai karakter pendusta tersebut.
anak didik yang mempunyai sifat pendusta biasanya akan selalu mencari alasan sebanyak mungkin untuk menyembunyikan sifat pendustanya. Selain menghardik anak yatim, dalam arti membentak, menganiaya, memebnci, mengejek ia juga enggan bergaul dengan anak yatim yang ada di kelasnya.
Siswa pendusta dapat juga diketahui dari sikapnya yang malas-malas dalam ibadah salat. Ia salaat, akan tetapai lalai dalam pelaksanaannya. Jia hal ini ada dalam diri peserta didik, maka dapat dipahami bahwa siswa tersebut masuk dalam katagori anak yang pendusta agama.
Siswa pendusta bniasanya juga mempunyai karakter yang engganbergaul dengan siswa-siswa yang miskin, ia cenderung menjauh dari anak didik yang berasal dari keluarga miskin. Siswa pendusta biasanya juga selalu mempersulit dan membaut ruang gerak siswa miskin sempit dengan tujuan untuk makin menyudutkan anak-anak misikin tersebut.
Dalam segala hal siswa yang pendusta biasanya selalu ingin dipuji, perbuatanya mengandung motif riya, sifat yang ingin selalu dipuji.
Dalam hal ,menolong pun ia selalu memilih-milih seustau yang tidak bermanfaat bagi orang lain, dalam arti pertolongan yang diberikan tidak memberi dalam manfaat bagi orang lain. Dalam arti ia engggan menolong orang lain dengan barang-barang yang dapat dimanfaat dan bermanfaat bagi orang lain.

Comments

Unknown said…
thank you for information

Popular posts from this blog

memanfaat 5 peluang dalam hidup

dalam hidup perlu mengingat bahwa semua ada akhirnya, semua ada batasnya, kala sehat, akan ada sakit, kala sakit akan ada kesembuhan, dikala laung akan ada kesibukan, dikala muda akan ada tua. hal inilah yang perlu kita sadari bahwa hidup kita akanselalu berputar, akadang kita berada di atas, terkadang kita ada di bawah, kadang sibuk, kadang luang, kadang sakit, kadang sehat, maka gunakanlah kesempatan itu, agar kita tidak menyesal nanti.

The Role of Educators as Counselors

In contemporary educational settings, the role of educators extends beyond traditional teaching responsibilities to encompass that of counselors. This dual function acknowledges the multifaceted needs of students, recognizing that their emotional and social well-being is intrinsically linked to their academic success. As such, educators are increasingly called upon to serve as counselors, providing guidance and support that foster holistic development. Firstly, educators possess valuable insights into the challenges faced by their students. They observe behavioral patterns, academic struggles, and social dynamics within the classroom. By leveraging this familiarity, teachers can identify students who may be experiencing difficulties—whether they be emotional, social, or academic—and intervene appropriately. This proactive approach not only helps to address issues before they escalate but also enhances the overall learning environment, creating a space where students feel safe and suppo...

Cara Efektif Menghadapi Peserta Didik Nakal

Dalam dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi oleh para pendidik tidak hanya terletak pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan perilaku siswa. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para guru adalah perilaku nakal atau disobedient dari peserta didik. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara-cara efektif dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku tersebut.  Pertama-tama, pendekatan yang paling mendasar adalah memahami penyebab dari perilaku nakal peserta didik. Setiap tindakan biasanya memiliki latar belakang yang mendasarinya. Misalnya, bisa jadi siswa tersebut berasal dari lingkungan yang kurang mendukung, mengalami masalah pribadi, atau bahkan terdapat kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tindakan, seorang guru perlu menginvestigasi alasan di balik perilaku tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat menentukan langkah-langkah yang lebih tepat dan kontekstual. Selanjutnya, komunikasi ...