Skip to main content

Ramadhan bukan Karnaval

Oleh : Riwayat Attubani
karnaval puasa ramadhan setiap tahun dilaksanakan oleh umat Islam. karnaval ini melibatkan banyak orang dari yang sudah alim sampai yang maling semua tobat, semua ikut karnaval puasa jadi karnaval, puasa hanya untuk meraih keuntungan dunia. puasa ramadhan hanya untuk bisnis dunia. sedangkan untuk akherat sangat sedikit jika dibanding dengan dunia. mulai bisnis cendol, samapi bisni sambal. tidak ketinggalana para artis dan pengiat sinetron, pebisnis Tv semua ikut nimbrung untuk meramaikan karnaval ramadhan. ramadhan dijadikan ajang bisnis, ramadhan hanya untuk mencari keuntungan sementara.
kalau dicermati sebelum ramadhan banyak perilaku yang tidak menunjukkan perilaku Islami, tetapi dengan datangnya ramadhan, semau berlomba untuk leboih Islami, penyair mulai pakai jilbab pada waktu membaca berita, artis berlomba pakai busana Islami, sedangkan kalau tidak bulan ramadhan mereka telanjang alisa gak pakai busana islami, mereka pakai busana you can see.
penampilan mereka akan beda ketika ramadhan mereka akan mati-matian berlomba untuk lebih islami dario orang Islam yang taat sepanjang waktu sepanang umur.
ya bulan ramadhan masih terskesan sebagai karnaval, karnaval budaya, tanpa ruh religi, tanpa semangat keislaman yang tunduk kepada aturan Allah, tunduk sepanjang waktu, sepanang kehidupannya.tunduk hanya hiasan semu menelang perayaan ramadhan setelah itu karnaval ramadahan mereka telah habis. itulah karnaval ramadhan, padahal ramadhan bukan karnaval, ramadhan bukan hura-hura. ramadhan bukan untuk karnaval, tetapi bulan untuk merendahkan diri, bulan menyatakan tunduk patuh pada ilahi rabbi.

Comments

Popular posts from this blog

memanfaat 5 peluang dalam hidup

dalam hidup perlu mengingat bahwa semua ada akhirnya, semua ada batasnya, kala sehat, akan ada sakit, kala sakit akan ada kesembuhan, dikala laung akan ada kesibukan, dikala muda akan ada tua. hal inilah yang perlu kita sadari bahwa hidup kita akanselalu berputar, akadang kita berada di atas, terkadang kita ada di bawah, kadang sibuk, kadang luang, kadang sakit, kadang sehat, maka gunakanlah kesempatan itu, agar kita tidak menyesal nanti.

The Role of Educators as Counselors

In contemporary educational settings, the role of educators extends beyond traditional teaching responsibilities to encompass that of counselors. This dual function acknowledges the multifaceted needs of students, recognizing that their emotional and social well-being is intrinsically linked to their academic success. As such, educators are increasingly called upon to serve as counselors, providing guidance and support that foster holistic development. Firstly, educators possess valuable insights into the challenges faced by their students. They observe behavioral patterns, academic struggles, and social dynamics within the classroom. By leveraging this familiarity, teachers can identify students who may be experiencing difficulties—whether they be emotional, social, or academic—and intervene appropriately. This proactive approach not only helps to address issues before they escalate but also enhances the overall learning environment, creating a space where students feel safe and suppo...

Cara Efektif Menghadapi Peserta Didik Nakal

Dalam dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi oleh para pendidik tidak hanya terletak pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan perilaku siswa. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para guru adalah perilaku nakal atau disobedient dari peserta didik. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara-cara efektif dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku tersebut.  Pertama-tama, pendekatan yang paling mendasar adalah memahami penyebab dari perilaku nakal peserta didik. Setiap tindakan biasanya memiliki latar belakang yang mendasarinya. Misalnya, bisa jadi siswa tersebut berasal dari lingkungan yang kurang mendukung, mengalami masalah pribadi, atau bahkan terdapat kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tindakan, seorang guru perlu menginvestigasi alasan di balik perilaku tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat menentukan langkah-langkah yang lebih tepat dan kontekstual. Selanjutnya, komunikasi ...